News

Hati-Hati Penipuan! 5 Cara Memilih Agen/Lembaga Kerja ke Jepang yang Resmi dan Terpercaya!

Kasus penipuan agen kerja ke Jepang semakin marak. Banyak calon pekerja migran Indonesia (PMI) tertipu agen ilegal yang mengaku resmi. Agar tidak rugi puluhan juta rupiah, calon PMI perlu lebih waspada dalam memilih agen kerja ke Jepang. Artikel ini membahas ciri lembaga resmi, tips praktis, serta cara membedakan agen legal dan ilegal.


26 Sep, 2025
|
49 dibaca
|
2 menit membaca
|

Kasus penipuan agen kerja ke Jepang semakin marak. Banyak calon pekerja migran Indonesia (PMI) tertipu oleh oknum yang mengaku sebagai lembaga resmi. Akibatnya, kerugian bisa mencapai puluhan juta rupiah, bahkan ada yang gagal berangkat padahal sudah membayar mahal.

Untuk menghindari hal ini, calon PMI perlu lebih cerdas dalam memilih agen atau lembaga kerja ke Jepang. Artikel ini akan membahas cara mengenali lembaga resmi, tips praktis agar tidak tertipu, serta perbedaan jelas antara agen ilegal dan resmi.

Mengapa Harus Hati-Hati Memilih Agen?

Bekerja di Jepang membutuhkan proses legal sesuai aturan pemerintah Indonesia dan Jepang. Jika salah memilih agen, beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah:

  • Kehilangan uang karena biaya ilegal atau pungutan liar.
  • Tidak mendapat kontrak kerja resmi, sehingga tidak ada kepastian hak dan gaji.
  • Dipulangkan sebelum kontrak berakhir karena dokumen atau visa tidak sah.
  • Tidak mendapat perlindungan hukum, baik dari Indonesia maupun Jepang.

Untuk menghindari hal tersebut, pastikan Anda hanya mendaftar melalui P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) resmi yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan RI.

5 Cara Memilih Agen/Lembaga Kerja ke Jepang Resmi

1. Pastikan Terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan RI (P3MI)

Langkah pertama adalah mengecek apakah agen tersebut termasuk dalam daftar resmi P3MI.

  • P3MI adalah lembaga yang mendapat izin resmi dari pemerintah untuk menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri.
  • Anda bisa cek langsung melalui situs resmi Kemnaker RI.
  • Hindari agen yang tidak bisa menunjukkan izin resmi. 

2. Cek Izin Resmi dan Legalitas

Agen resmi biasanya memiliki dokumen legal yang bisa ditunjukkan kepada calon pekerja.

  • Legalitas meliputi izin operasional, akreditasi, hingga kerjasama resmi dengan perusahaan Jepang.
  • Jangan ragu meminta salinan dokumen sebelum Anda mendaftar.
  • Agen ilegal biasanya menghindar jika ditanya soal dokumen.

3. Periksa Track Record Agen

Track record adalah bukti nyata kredibilitas agen.

  • Cari testimoni dari alumni atau peserta yang pernah berangkat.
  • Periksa berapa lama agen tersebut berdiri dan berapa banyak yang sudah berhasil bekerja di Jepang.
  • Agen resmi biasanya terbuka soal data keberangkatan.

4. Jangan Mudah Percaya Biaya Murah

Banyak penipuan menawarkan biaya murah dengan janji berangkat cepat.

  • Ingat, biaya resmi kerja ke Jepang umumnya berkisar Rp25 juta–Rp50 juta (tergantung program).
  • Jika ada yang menjanjikan keberangkatan dengan biaya terlalu murah, perlu dicurigai.
  • Transparansi biaya adalah ciri lembaga resmi.

5. Datangi Langsung Kantor Agen

Langkah paling aman adalah mengecek keberadaan kantor secara langsung.

  • Agen resmi memiliki kantor tetap, staf profesional, dan fasilitas pelatihan.
  • Jangan hanya percaya komunikasi via WhatsApp atau media sosial.
  • Datangi dan tanyakan detail program, biaya, hingga kontrak kerja.

Ingat, lebih baik menunggu sedikit lama dengan aman daripada terburu-buru dan akhirnya tertipu.

Penutup

Memilih agen kerja ke Jepang resmi sangat penting demi keselamatan, kenyamanan, dan masa depan Anda. Jangan tergoda iming-iming biaya murah atau keberangkatan instan. Selalu cek legalitas, track record, dan pastikan agen terdaftar di Kemnaker RI.

👉 Untuk info lebih lanjut, baca juga artikel kami: Cara Kerja ke Jepang 2025: Syarat, Biaya, Lowongan, dan Cara Daftarnya! https://hibikicendekia.com/id/news

Jika Anda serius ingin berangkat dengan aman, hubungi lembaga resmi dan lakukan konsultasi lebih dulu. Jangan biarkan mimpi Anda pupus hanya karena salah memilih agen.




Tags: Education

Disarankan untuk dibaca


Scroll